Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Ke-5

Pendidikan Fisika PMIPA Universitas Sebelas Maret

KKNI sebagai Landasan Peningkatan Kualitas Pembelajaran Sains
13 September 2014, Surakarta, Indonesia
========================================================

Latar Belakang

Para pakar pendidikan mengisyaratkan bahwa lulusan perguruan tinggi harus memiliki kecakapan kerja yang siap pakai. Berdasarkan sosialisasi kurikulum berbasis KKNI yang dilakukan pemerintah, tingkat kesiapan kerja mahasiswa S1 masih rendah sehingga stake holder masih harus melakukan training yang memboroskan waktu, biaya dan tenaga mereka.

Oleh karena perubahan kurikulum di tingkat sekolah menengah juga menuju pengetahuan menyeluruh (Kurikulum 2013) dan tidak lagi ada dikotomi bidang ilmu maka Program Studi Pendidikan Fisika sebagai penghasil tenaga pendidik Sekolah Menengah dan pengembang pendidikan, menyelenggarakan Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika 2014  (SNFPF 2014) ke-5. Tema besar yang diangkat pada seminar ini adalah “KKNI sebagai Landasan Peningkatan Kualitas Pendidikan Sains“ dan dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dan pemakalah.

SpeechPembicaraGambar 1. Suasana Seminar di Aula Gedung F FKIP UNS

Pembicara tingkat nasional yang sangat berpengaruh dalam perubahan kurikulum di Perguruan Tinggi kami mengundang Prof. Dr. rer. nat. H. Sajidan, M.Si. untuk memberikan kejelasan arah pendidikan nasional Indonesia. Selain itu, model dan strategi pembelajaran SAINS merupakan suatu hal yang sangat vital fungsinya guna memaksimalkan efek pembelajaran yang memiliki long term memory dan peningkatan motivasi belajar siswa. Evaluasi pembelajaran menjadi salah satu hal yang mampu memberikan solusi setiap problema pembelajaran untuk kemudian direkayasa secara professional agar dapat membuat pembelajaran SAINS menjadi menarik dan merangsang daya pikir siswa.

Ketiga pembicaraGambar 2. Pembicara dari kanan adalah Prof. Dr. rer. nat. H. Sajidan, M.Si., Dr. Dadan Rosana, M.Si., dan Prof. Kusminarto, Ph.D..

Sains tidak hanya milik manusia normal namun juga para siswa berkebutuhan khusus (inklusi) pun  berhak menikmati sains. Namun, banyak yang masih meraba-raba bagaimana kita mengajarkan sains pada siswa inklusi ini. Oleh karena itu, Dr. Dadan Rosana, M.Si. akan menjelaskan teknik setting eksperimen sains untuk siswa inklusi.

Sementara itu bagi sebuah institusi pendidikan, peran Lembaga Penjaminan Mutu sangat penting. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) menjadi salah satu landasan urgent untuk melakukan peningkatan mutu kualitas pendidikan di Perguruan Tinggi dan Sekolah Menengah. Sebagai Ketua Jaminan Mutu sebuah universitas tertua di Indonesia, maka Prof. Kusminarto, Ph.D. memiliki kiat melaksanakan KKNI sebagai landasan kurikulum pendidikan Sains.

DSC_0807 PemakalahGambar 3. Antusiasme peserta dan pemakalah dalam Seminar

Penyelenggaraan Seminar Nasional tahun 2014 menjadi terasa spesial karena adanya perubahan kepala pemerintahan yang berpengaruh pada kualitas pendidikan di masa depan. Demikian pula publikasi hasil penelitian yang dipresentasikan dalam seminar ini di fasilitasi dengan dua edisi Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF) ber ISSN: 2089-6158, dan Prosiding Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika (SNFPF)  ber ISSN:2302-7827. Hal ini dilakukan mengingat peserta pemakalah pada tahun-tahun sebelumnya sangat banyak dan berkualitas tinggi sehingga diperlukan saluran publikasi yang lebih bernilai.

cover JMPFnov cover ful ok_Page_01Gambar 4. Cover publikasi artikel yang diterima pada SNFPF ke-5 tahun 2014